---
title: "Install Cloudflare Warp Client di Fedora Desktop dengan Lima-vm"
description: "Sebelum-nya saya menulis tentang cara Remote development lewat jaringan vpn dengan tailscale pada artikel ini.\nNamun belakangan saya mengalami jaringan yang tidak stabil di Tailscale dan Biznet, hal i..."
publishedAt: 2025-04-02
locale: id
urlSlug: install-warp-client-fedora-desktop
isDraft: false
defaultLocale: en
---
> Note: EN translation is unavailable, showing ID source.

[TOC]

## Latar Belakang

Sebelum-nya saya menulis tentang cara Remote development lewat jaringan vpn dengan tailscale pada artikel [ini](linux-minipc-untuk-remote-dev).
Namun belakangan saya mengalami jaringan yang tidak stabil di Tailscale dan Biznet, hal ini terjadi semenjak gangguan Biznet pada pertengahan Januari 2025, namun saya belum punya bukti yang meyakinkan. 

> **Pembaruan (13 April 2025):**
> Berikut adalah hasil ping komparasi antara Cloudflare Warp dan Tailscale. ![Kiri cloudflare warp, kanan Tailscale](/static/Screenshot_20250413_144636.png)

Akhirnya mutusin buat coba Cloudflare Warp Client, karena setelah menonton video [ini](https://youtu.be/6z2yvDPc-og) dari Linux Cloud Hack, saya terpikirkan mode P2P yang disediakan Warp adalah fitur yang saya perlukan. 

Namun Masalahnya, client Warp belum tersedia untuk Fedora, untuk itu saya akan menggunakan [Lima-vm](https://github.com/lima-vm/lima) dengan template Ubuntu untuk menjalankan client-nya dan setup tunnel proxy, jadi host (Fedora) dapat menggunakan client-nya melalui socks proxy di browser.

## Install Qemu

Sebelum install Lima-vm kita perlu install Qemu, karena Lima-vm menggunakan Qemu sebagai virtualisasi.

```bash
sudo dnf install @virtualization
```

## Install Lima-vm

Ikuti panduan di install lewat binary di halaman dokumentasi [ini](https://lima-vm.io/docs/installation/).

Jika sudah terinstall, kita perlu buat vm baru dengan template ubuntu.

```bash
limactl create default
```

ketika pilih template pilih `ubuntu-lts`, penting untuk menghindari versi ubuntu terbaru karena Warp Client bisa jadi belum support.

Jika sudah selesai, kita bisa masuk ke shell vm dengan perintah berikut.

```bash
lima
```

jika prompt sudah berubah, kita sudah didalam vm.

```text
jimbo@lima-default:.../lima$
```

## Install Cloudflare Warp Client

Login dulu ke dashboard Cloudflare. dan arahkan ke Menu Zero Trust.

![Menu Zerotrust](/static/cloudflare-dash-zero-trust.png)

Panduan instalasi Warp Client dapat dilihat di halaman Resources.
![Cara install Warp Client](/static/cloudflare-dash-resources.png)

Jika sudah install Warp Client, kita perlu menghubungkan client jaringan Warp, melalui Tunnel.
![Buat Tunnel Baru](/static/cloudflare-dash-create-tunnel.png)

Untuk memastikan sudah terkoneksi ke Jaringan Warp, bisa ekseusi perintah berikut.

```bash
jimbo@lima-default:.../lima$ warp-cli status
Status update: Connected
```

## Konfigurasi Proxy

Sampai disini Lima-vm sudah terkoneksi ke Jaringan Warp, tapi saya perlu browsing lewat browser seolah-olah traffic dilakukan dari Lima-vm, untuk itu saya perlu setup proxy di Lima-vm. Enak-nya di Lima-vm sudah ada fitur tunnel.

Aktifkan tunnel di port 1080. Ekseskusi perintah berikut dari host.
```bash
jimbo@slim7:$ limactl tunnel --socks-port 1080 default
WARN[0000] `limactl tunnel` is experimental
Set `ALL_PROXY=socks5h://127.0.0.1:1080`, etc.
The instance can be connected from the host as <http://lima-default.internal> via a web browser.
```

Nah sekarang tinggal konfigurasi browser untuk menggunakan proxy socks di port 1080. Berikut contoh konfigurasi di Firefox menggunakan Container.

![Konfigurasi Proxy di Firefox](/static/firefox-setup-proxy-container.png)

Jika ingin memastikan sudah berada dalam jaringan Warp, bisa akses halaman ini [https://www.cloudflare.com/cdn-cgi/trace](https://www.cloudflare.com/cdn-cgi/trace), jika sudah terkoneksi akan muncul `warp=on`.

Kalau ingin memastikan DNS Resolver sudah melaui Cloudflare bisa menggunakan situs Dns Check [https://www.dnscheck.tools](https://www.dnscheck.tools)

## Kesimpulan

Terhitung hampir 3 bulan sudah saya menjalankan setup ini sehari-hari dan sejauh ini belum menemukan masalah. Tentu pengalaman menggunakan Tailscale menurut saya lebih mudah setup-nya.

Jika ada aplikasi selain browser yang perlu dijalankan dalam Jaringan warp saya biasanya eksekusi dari dalam Lima-vm karena sudah ada [automatic port-forwarding](https://lima-vm.io/docs/config/port/), jadi host juga bisa langsung akses port tersebut, contoh-nya saya juga menjalankan [frpc](https://github.com/fatedier/frp) untuk membuat tunnel ssh ke machine lain.
